PIDIE JAYA - Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memulai langkah nyata untuk memulihkan kehidupan korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Sebanyak 70 unit hunian sementara (huntara) kini dalam proses pembangunan, memberikan secercah harapan bagi ratusan keluarga yang terdampak musibah ini.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pembangunan huntara ini tersebar di tiga lokasi strategis di Pidie Jaya. Ia menuturkan, "Pembangunan dimulai dengan pembersihan lahan. Pembangunan dikerjakan TNI dan bahan bakunya sedang dalam perjalanan. Pengerjaan bangunan mulai beberapa hari mendatang, " katanya di Banda Aceh, Sabtu.
Lahan seluas 1, 66 hektare telah disiapkan untuk menampung 70 unit huntara ini, yang rencananya akan menjadi rumah sementara bagi 350 keluarga. Rinciannya, dua titik pembangunan berlokasi di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, masing-masing akan menampung 17 unit huntara untuk 85 keluarga di atas lahan 3.500 meter persegi.
Sementara itu, satu titik lainnya di Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, akan dibangun 36 unit huntara yang diperuntukkan bagi 180 keluarga, menempati lahan seluas 9.500 meter persegi. Kehadiran huntara ini diharapkan dapat segera memberikan tempat tinggal yang aman dan layak bagi mereka yang kehilangan rumah.
Perhatian BNPB tidak berhenti di Pidie Jaya. Di Kabupaten Pidie, 12 unit huntara juga sudah mulai dikerjakan di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, menggunakan tanah desa. Pembiayaan untuk pembangunan huntara di Pidie ini bersumber dari belanja tidak terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten Pidie.
Tak hanya itu, pengkajian lahan untuk pembangunan huntara juga tengah dilakukan di Kabupaten Bener Meriah. Terdapat usulan pembangunan di lima titik yang tersebar di lima kecamatan, mencakup luas lahan 8, 4 hektare, dengan fokus pada aspek mitigasi bencana dan kepemilikan lahan yang jelas.
Lebih lanjut, Abdul Muhari menambahkan bahwa kabupaten/kota lain yang juga terdampak bencana di Aceh turut mengusulkan kebutuhan lahan untuk huntara. Kabupaten Gayo Lues mengusulkan lima hektare di 13 titik, Kabupaten Aceh Tengah di 13 titik, dan Kabupaten Aceh Tamiang mengusulkan satu titik. Upaya ini menunjukkan komitmen bersama dalam penanganan pasca-bencana di Aceh. (PERS)

Updates.